Senin, 09 Agustus 2010

Pengalaman OSN Medan....
Dapet banyak ilmu baru yang bener2 blum pernah kuliat...
Ktemu temen-temen yang berbeda-beda latar belakang and kepribadian...
ngerasain bingung ama diri sendiri....
Ngrassain bingung ngeliat orang lain...
ngerasa ancur-ancuran....


dan sekarang semoga ga ada yang baca tulisan ini selain aku dan Allah SWT...
Amin

Minggu, 20 Juni 2010

makanan pedes + jus alpokat = ceguken berkepanjangan

ga percaya sama judul diatas?
mau bukti?
tanya aja sama temenku, hanif. Dia yang ngalami nasib ga menyenangkan itu. di sekolagh dia ceguken terus sampai bu kartini, guru matematika, kasian sama dia. disuruh minum tapi ga hilang juga...
Sebenernya penyebab cegukan hanif apa ya?

mari kita cari bersama... ???
(soalnya yang nulis blog juga gak tau,,, cuma duga2 aja... hehehe)

Rabu, 17 Maret 2010

Denyut jantung manusia yang normal

Manusia dewasa normal memiliki detak jantung rata-rata 70 kali per menit. Kita mendeteksinya bia lewat stetoskop yang ditempelkan ke dada kiri. Detak jantung sendiri merupakan gerakan katup jantung yang menutup. Kurang lebih sekali pompa jantung bisa mengalirkan 5 liter darah bersih. Rajinlah berolahraga kalau mau jantung kalian sehat....
Jangan seperti penulis blog yang berolahraganya masih malas-malasan....

Stetoskop..? Apaan tuh..?

Blog adalah suatu media akustik yang digunakan dokter untuk mendengarkan detak jantung maupun pernafasan pasien. Namun, terkadang juga dipake untuk mendengarkan gerakan usus maupun aliran arteri dan vena.

Nah, stetoskop punya sejarah tersendiri nih.
Menurut sejarah, Stetoskop ditemukan di Perancis pada 1816 oleh René-Théophile-Hyacinthe Laennec. Dia terdiri dari tabung kayu kosong. Konon dia menciptakan stetoskop sehingga ia tidak perlu menaruh telinganya di buah dada wanita Perancis. Tidak jelas apakah Laennec mencoba menghindarinya, atau untuk menghindari rasa malu pasien. Namun begitu, orang mengatakan bahwa "Kebutuhan adalah ibu dari penemuan".

Dalam praktek, ada dua jenis stetoskop:

Stetoskop akustik yang paling umum digunakan, dan beroperasi dengan menyalurkan suara dari bagian dada, melalui tabung kosong berisi-udara, ke telinga pendengar. Bagian "chestpiece" biasanya terdiri dari dua sisi yang dapat diletakaan di badan pasien untuk memperjelas suara; sebuaah diaphgram (disk plastik) atau "bell" (mangkok kosong). Bila diaphgram diletakkan di pasien, suara tubuh menggetarkan diaphgram, menciptakan tekanan gelombang akustik yang berjalan sampai ke tube ke telinga pendengar. Bila "bell" diletakkan di tubuh pasien getarakn kulit secara langsung memproduksi gelombang tekanan akustik yang berjalan ke telinga pendengar. Bell menyalurkan suara frekuensi rendah, sedangkan diaphgram menyalurkan frekuensi suara yang lebih tinggi. Stetoskop dua sisi ini diciptakan oleh Rappaport dan Sprague pada awal abad ke-20. Permasalahan dengan akustik stetoskop adalah tingkatan suara sangat rendah, membuat diagnosis sulit.



STETOSKOP ELEKTRONIK mengatasi tingkatan suara yang rendah dengan cara memperkuat suara tubuh. Sekarang ini, telah ada beberapa perusahaan menawarkan stetoskop elektronik, dan mungkin dalam beberapa tahun lagi, stetoskop elektronik akan menjadi lebih umum dari stetoskop akustik, moga-moga aj, terutama di Indonesia biar kualitas dikter makin mumpuni.

Kegunaan stetoskop juga ada beberapa,
Stetoskop digunakan sebagai alat untuk mendiagnosa penyakit tertentu. Stetoskop dapat menyalurkan suara tertentu dan menghilangkan suara yang lain. Sebelum stetoskop ditemukan, doktor meletakkan telinganya ke dekat badan pasien dengan harapan untuk mendengarkan sesuatu.

Stetoskop juga digunakan oleh mekanik untuk mengisolasi suara tertentu dari mesin untuk diagnosa.

Apaan sih presbikusis...?

Presbikusis adalah tuli sensorineural (saraf) pada usia lanjut akibat proses degenerasi (penuaan) organ pendengaran. Proses ini terjadi berangsur angsur, dan simetris ( terjadi pada kedua sisi telinga).
Penyebab gangguan pendengaran pada presbikusis umumnya merupakan kombinasi dari beberapa hal sebagai berikut :

* Degenerasi elastisitas gendang telinga
* Degenerasi sel rambut di koklea.
* Degenerasi fleksibilitas dari membran basilar
* Berkurangnya neuron pada jalur pendengaran
* Perubahan pada sistem pusat pendengaran dan batang otak
* Degenerasi jangka pendek dan auditory memory
* Menurunnya kecepatan proses pada pusat pendengaran di otak (central auditory cortex )

Selain itu pada orang lanjut usia juga terjadi perubahan lain pada organ telinga lainnya walaupun tidak berhubungan dengan presbikusis misalnya degenerasi otot-otot pada telinga tengah dan arthritis tulang-tulang di telinga tengah.

Gejala atau perubahan yang dijumpai pada presbikusis secara umum dibedakan menjadi :

* Berkurangnya kemampuan mendengar
* Berkurangnya kemampuan mengerti percakapan
* Fisik dan emosional

Kemampuan mendengar penderita presbikusis akan berkurang secara berangsur, biasanya terjadi bersamaan pada kedua telinga. Telinga menjadi sakit bila lawan bicaranya memperkeras suara. Selain itu penderita presbikusis juga mengalami kesulitan dalam memahami percakapan terutama di lingkungan bising, hal ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan membedakan (diskriminasi) suku kata yang hampir mirip.

Jika tidak dilakukan upaya rehabilitasi pendengaran misalnya dengan memasang alat bantu dengar maka kemampuan untuk memahami percakapan akan makin terganggu.
Hal lain yang terjadi pada penderita presbikusis adalah masalah fisik dan emosional antara lain berupa :

* Terganggunya hubungan perorangan dengan keluarga
* Kompensasi tingkah laku akibat gangguan pendengaran :
* Pemarah dan mudah frustrasi
* Depresi, menarik diri dari lingkungan (introvert)
* Merasa kehilangan kontrol pada kehidupannya
* Waham curiga (paranoid)
* Self-criticism
* Berkurangnya aktivitas dengan kelompok sosial
* Berkurangnya stabilitas emosi.

Upaya rehabilitasi dilakukan dengan pemasangan alat bantu dengar (ABD) yang sesuai dengan kebutuhan. Pemasangan alat bantu dengar bertujuan untuk memperkeras (amplifikasi) bunyi yang ada disekitar pengguna.

Dikutip dari ketulian.com